Jumat, Desember 12, 2008

7 Tips Penting Bersepeda Buat Pemula

Aman Bersepeda di Jalan Raya
Sangatlah penting untuk mengetahui bagaimana caranya sepeda dengan aman di jalan raya. Usahakan tetap berada di jalur sebelah kiri. Namun jangan terlalu ke pinggir, sebab biasanya pecahan gelas/kaca dan benda-benda tajam penyebab ban bocor, justru ada di situ. Anda mempunyai yang sama dengan pengguna kendaraan bermotor lainnya. Bersepedalah dengan jarak 2-3 kaki dari bibir aspal. Beri ruang pada kendaraan lain untuk lewat tanpa mengganggu jalur yang sedang Anda pakai. Gunakan isyarat-tangan sebelum berbelok dan pastikan memasang sejumlah reflektor jika bersepeda dalam kondisi gelap.
Kenakan Helm
Jika Anda ingin lebih aman bersepeda, selalu gunakan helm sepeda. Cedera di bagian tubuh lainnya masih bisa diobati dan pulih kembali, sedangkan sel otak yang cidera sangat sulit terdeteksi dan sukar disembuhkan. Segeralah kunjungi toko sepeda dan pilih salah satu helm yang memiliki standar keamanan sesuai keahlian Anda bersepeda. Pilihlah yang benar-benar terasa pas dengan ukuran kepala Anda dan sesuaikan tali pengikatnya agar helm tak mudah lepas. Jangan sampai kendor atau sebaliknya kekencangan.
Gunakan shifter
Banyak orang yang gemar bersepeda menggunakan gear tertinggi sepanjang waktu. Maksud hati ingin memperoleh kecepatan semaksimal mungkin. Akibatnya mereka mengayuh dengan keras dan cepat kecapaian. Cara demikian bukan saja menyebabkan kaki pegal-pegal, tapi juga dapat merusak otot dan persendian. Padahal cara bersepeda yang efisien justru mengusahakan kayuhan (cadence) berada di kisaran 80-100 putaran permenit (RPM). Pakailah shifter guna memelihara cadence tergantung kondisi jalan yang dihadapi. Turunkan gear bila menghadapi jalan menanjak. Jangan merasa enggan untuk mengoper shifter sesering mungkin, demi kenyamanan kaki Anda saat mengayuh pedal. Lebih baik bersepeda dengan aman dan nyaman, ketimbang semata-mata mengejar kecepatan.
Mengendalikan Handlebar di Tikungan
Ini karena tampak hanya perlu memutar handlebar, mengikuti arah tikungan dan cukup meluruskan handlebar kala ingin lebih cepat menambah kayuhan. Wajar jika pertama kali Anda merasa takut saat melewati tikungan hingga sepeda tampak miring. Tapi pengendara yang lebih ahli bahkan dapat memiringkan sepeda hingga mendekati 45 derajat tanpa terjatuh. Berlatihlah pada tahap awal menghadapi tikungan dengan kecepatan sedang tanpa kaku. Semakin banyak Anda berlatih, perasaan takut melewati tikungan akan hilang dengan sendirinya.
Pengereman
Ada mitos yang mengatakan pengereman pada roda depan bisa menyebabkan pengendara sepeda dapat terjungkal. Mitos ini tak seluruhnya benar, rem depan justru berfungsi lebih banyak dibanding rem belakang. Rem depan mampu menghentikan laju sepeda lebih efisien.

Bersepeda di Jalur Off-Road
Banyak tantangan unik yang terbentang di jalur off-road. Bersepeda akan terasa lebih menyenangkan karena melewati tanah, rumput, pepohonan, dan pemandangan alami lainnya. Meski demikian, jangan pernah mencoba memakai sepeda non off-road di atas jalur ini. Selain berbahaya juga mengandung banyak resiko, ban kempes misalnya. Pakailah sepeda yang memang dirancang untuk off-road jika ingin mereguk kenikmatan bersepeda lintas alam. Sepeda gunung (mountain bike) merupakan pilihan yang terbaik. Pertimbangkan jaur yang dilewati sesuai kemampuan bersepeda Anda. Jangan malu untuk memutar atau menuntun sepeda, jika kondisi jalan memang dirasa terlalu sulit dilewati.
Bicycle Fitness
Bersepeda merupakan cara terbaik untuk memperoleh kesehatan. Bila Anda sudah lama tak berolahraga, mulailah dengan perlahan agar tubuh mengalami rekondisi. Bersepedalah dengan jarak yang pendek pada tahap permulaan (kurang dari sejam) dan usahakan secara berkala (4-5 kali dalam seminggu). Pada masa ini tubuh akan mengalami penyesuaian. Guna menghindari cidera, jangan bersepeda terlalu berat atau dalam jarak yang jauh. Setelah seminggu atau dua minggu berikutnya, Anda sudah siap untuk menambah jarak dan waktu bersepeda lebih panjang. Ikutlah bergabung dengan klub sepeda setempat.

sumber: Polygon

Rabu, Desember 10, 2008

Foto-foto Goes to nasio..
















b2w day..goes to nasio




Hari ini Rabu, 10 Des'08 giliran kantor Nasio yang dibajiri sepeda..ya sekitar 90 sepeda ngumpul di situ. Karena sesuai jadwal, tiap hari rabu selalu dijadikan b2w - alita day.
Dan hari ini, rombongan TBS yang berkunjung ke Nasio Pejaten..wah rame dan seru pastinya.
Misalnya, yang tadinya hanya rute Pertanian atau Bona langsung menuju Alita TBS, sekarang ditambah kilometernya menuju Pejaten..mantab.
Tak lupa diucapkan selamat bergabung juga buat om-om dan tante-tante di keluarga besar bike to work alita group...!! Ucapan terima kasih juga disampaikan ke Manajemen NKP yang telah memfasilitasi kunjungan rombongan TBS plus sarapan tentu saja..mantab..!! Denger-denger minggu depan gantian ya..? rombongan dari Pejaten yang akan ke TBS...yah pokoknya kita tunggu saja. Yang penting kebersamaan dalam keluarga besar b2w ini yang pastinya juga akan semakin memperbesar keluarga b2w-alita group.
Salut buat om-om juga tante-tante yang telah tetap bersemangat menyusur jalur b2w..(terutama jalur menanjak..hehe).

salam,

Rabu, Desember 03, 2008

Mengatur Tinggi Sadel

Sadel memang simple, tapi kita harus memperhatikan pula terhadap letak maju-mundur serta sudut kemiringan sadel, kedengarannya memang sedikit rumit, namun sebenarnya cukup mudah ko.Berikut langkah penyetelan ketinggian sadel :1. Duduklah di atas sadel, gunakan sepatu sepeda yang biasa di gunakan, posisi seat post usahakan mencuat dari seat tube 10-15 cm,kunci seatpost cukup rapat namun jangan terlalu kencang. Beri tanda dengan spidol, batas seatpost dengan ujung bibir atas seat tube frame.2. Tempatkan ke dua kaki di atas pedal, masing-masing pedal berada pada posisi vertikal. satu pedal pada arah pukul 12 dan sisi pedal lainnya berada pada arah pukul 6 ( sesuai posisi angkajarum jam )3. Tempatkan salah satu tumit kaki yang terbawah (pukul 6) di bagian as sadel, luruskan kaki hingga sendi lututterkunci lurus, turunkan sadel bila kaki tak menjangkau pedal, setelah mencapai posisi demikian, beri tanda sekali lagi kedudukan seatpost. inilah patokan awal ketinggian sadel ideal.4. Sekarang ubah posisi telapak kaki yang menyentuh pedal, geser kaki sehingga 3/4 ujung telapak kaki (bola kaki) yang berpijak pada as pedal.5. Lihat posisi lutut, posisi ideal yakni lutut sedikit tertekuk, tidak lurus lagi, inilah posisi kaki yang benar untuk mengayuh sepeda. Atur ulang ketinggian sadel hingg posisi tersebut tercapai. Jangan lupa untuk mengencangkan baut clamp sadel (seat binder bolt) setelah penyetelan di lakukan.6. Tempatkan sudut kemiringan sadel secara horizontal, hidung sadel sebaiknya sedikit menunduk. biarkan bagian belakang sadel berada sedikit lebih tinggi ketimbang hidung sadel.Setelah sadel terpasang, langkah finishing yakni meminta bantuan teman untuk memperhatikan posisi duduk dari belakang. Kayuhlah pedal dengan kecepatan normal. bisa dilakukan sambil bersepeda.Lihatlah pergerakan pinggul di bawah, jika terjadi gerakan turun naik berlebihan secara bergantian antara sisi kiri-kanan, artinya sadel masih berada sedikit terlalu tinggi, turunkan sadel 0.5-0.75cm hingga mendapat penyetelan sempurna.Jika selama ini anda sudah terbiasa dengan tinggi sadel tertentu dan ternyata masih kurang tinggi, maka jangan bergegas menaikan secara drastis, apalagi jika ketinggian sadelitu sudah anda aplikasikan berbulan-bulan.Naikan secara bertahap agar tak terjadi cedera otot, Awali dengan mengubah ketinggian sadel maksimal sekitar 0,5 cm terlebih dahulu. beradaptasilah beberapa minggu untuk ketinggian sadel yang baru ini. lantas ubah kembali hingga mencapai tinggi sadel sesuai ukuran.Bagi anda yang tergolong masih kesulitan naik-turun sepeda, merasa tanggung untuk melakukan stop n go, atau selalu punya reflek menurunkan sebelah kaki ketika berbelok tajam, anda boleh saja menempatkan sadel lebih rendah sehingga anda merasa aman dan nyaman.

Tips Bersepeda di Tanjakan

Ketika di tanjakan sebetulnya kita ga perlu untuk takut, karena itulah kekuatannya, berikut beberapa tips di tanjakan:
1. Sebelum bersepeda, kita harus punya pikiran kalo ga kuat di tanjakan ya di tuntun aja..simple khan, jadi ga ada beban mental, simple khan.2.Tanjakan pasti sebelumnya dimulai dengan sebuah turunan. Walau dalam beberapa kondisi, tidak seperti itu. Nah pada saat kita mulai pada turunan (ingat bila jalanan sepi dan merasa keadaan jalan bagus), jangan pernah mengayuh sepeda. Karena menurut saya tidak ada efek sama sekali kepada kecepatan sepeda apakah dia akan bertambah kencang atau tidak. Jadi biarkan alami saja, sepeda itu menuruti medan turunan tersebut. Namun sebelum itu usahakan agar 'gigi' sudah dalam keadaan pada gigi rendah. Nah ketika, posisi sepeda sudah berada pada daerah tanjakan, hal yang saya lakukan biasanya tidak langsung gowes, tapi saya menunggu ketika kecepatan yang didapat dari turunan itu sudah 'habis'. Nah ketika dirasa kecepatan sepeda mulai menurun, barulah mulai saya gowes. Karena bila kita gowes pada saat turunan dan kondisi sepeda masih dalam kondisi pada kecepatan tinggi, menurut saya itu membuang energi kita menjadi sia-sia belaka.3. Aturlah posisi telapak kaki pada pedal se enak mungkin, karena pas di tanjakan akan sangat berguna ketika posisi telapat dan pedal pas untuk menggenjot.4. Jangan panik ketika di tanjakan, usahakan tersenyum...5.5. Biasanya kalo saya pas di tanjakan sering bernyanyi, jadi seiring genjotan sambil nyanyi aja, ga krasa sampai di puncak.6. Jaga kestabilan pedaling dan perpindahan gigi, kalo ga kuat pindahin aja ke gigi ringan.
oke deh itu aja tipsnya. moga bermanfaat.

Sumber : Tentang Sepeda

salam,
Anton
b2w-alita

Senin, Desember 01, 2008

Trek UI & Test Ride..











Trek UI-Depok & Test Ride

Hari sabtu pagi (29 Nop08), ada 8 bikers Alita yang sudah bersiap untuk ber-XC di trek offroad kawasan Hutan Lindung UI Depok, mereka adalah; om Bono, om Tedy, om Tukiran, om Dio, om Rendy, om Laddi, om Risan dan saya sendiri.
Meeting point adalah di Warung (RM) Mang Engking, dari yang semula dijadwalkan jam 07.30 eh molor jam 08.00 wib..hehehe. Cuaca yang bersahabat juga menyambut kita, dengan dipandu 2 orang rekan MTB sebagai juru kunci wilayah tersebut, maka kamipun mulai melibas trek UI tersebut. Kesan pertama begitu menggoda..selanjutnya memang semakin menggoda. Bagaimana tidak? jalur yang dilalui memang teduh, berupa single track. Hanya perlu diwaspadai dijalur ini adalah apabila trek habis kena siram hujan, karena sebagian besar adalah berupa tanah jadi agak becek walau tidak sampai lengket tanahnya, jadi masih bisa digowes, disamping itu yang perlu diwaspadai adalah akar2 yang suka iseng melintang..
Jadi harus waspada, tidak hanya dibagian bawah saja..dibagian atas juga harus waspada (maksudnya kepala) karena ada juga bekas pohon yang tumbang, jadi posisi kepala agak merunduk..wah bener2 jalur yang mantab. Jadi untuk yang mulai belajar handling serta mencoba bermain offroad, rute ini perlu dicoba. Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa bikers Alita, seperti om Tukiran, om Risan dan om Tedy, banyak kejadian lucu sepanjang trek (terbukti Polygon Premier memang cukup bisa diandalkan)..bahkan di lokasi, sudah ada yang kami beri nama, yaitu Turunan Tukiran, soalnya dijalur ini sepedanya sudah meluncur duluan dibanding om Tukiran-nya ( loh kok malah duluan sepedanya om..hehe ), om Rendy juga dijalur ini ( turunan ) sempet menjajal remnya..sekalian test sepedanya ya om..maksud hati sih mau melewati 2 pohon, tapi apa daya…hehe.
“Two thumbs” buat om Tedy meskipun sempet ragu2, tapi akhirnya berhasil juga meluncur di trek ini (walau sampai bawah masih dag-dig-dug katanya).
Yah secara keseluruhan, trek sepanjang +/- 8 km ini memang bagus..cocok untuk dipakai latihan pedaling (karena sesekali ada tanjakan kecil), latihan handling ( karena ada jalur yang berkelok-kelok), bahkan untuk re-covery kayak om Dio (gimana tangannya om…) juga oke tuh..next boleh juga dicoba lagi tuh treknya, siapa tahu kali ini rekan2 bikers Alita lebih banyak yang ikutan..

Salam nggowes,
Anton




Kamis, November 20, 2008

Akhirnya datang juga..


Setelah beberapa kali keluarga besar Alita ber-bike to work...akhirnya Rabu tgl. 19 Nopember 2008 saat jadwal b2w-alita day..Ibu Aat akhirnya bergabung juga..selamat bergabung bu dikeluarga besar b2w-alita..kita tunggu kehadirannya di jadwal b2w berikut yaa..:-)